STIQ Amuntai Gelar Serah Terima Beasiswa Prestasi Tahfiz dari PT. Adaro Indonesia

     Amuntai, Hulu Sungai Utara – Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai menggelar acara serah terima Beasiswa Prestasi Tahfiz dari PT. Adaro Indonesia pada Kamis, 24 April 2025 bertempat di Gedung H. Isar Hulu Sungai Utara (HSU). Acara ini berlangsung dari pukul 08.00 WITA hingga selesai dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting serta puluhan mahasiswa penerima beasiswa.

     Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua STIQ Amuntai, Mu’allim Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M.AP., Wakil Ketua III Dr. Husin, M.Pd., serta Ketua Prodi PGMI Mu’allim Haji Hamli, M.Pd. Dari pihak PT. Adaro Indonesia, hadir perwakilan dari tim CSR yaitu Bapak Herman Baihaqi dan Ibu Octavia Hesi Pertiwi. Adapun jumlah penerima beasiswa sebanyak 39 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, yakni Hulu Sungai Utara (10 orang), Balangan (7 orang), Tabalong (10 orang), Barito Selatan (7 orang), dan Barito Timur (5 orang).

     Pemberian beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan terhadap para mahasiswa penghafal Al-Qur’an berprestasi. Selain itu, acara ini juga merupakan penutup dari rangkaian kegiatan pelatihan Basic Videografi & Editing Video Edukasi dan Dakwah yang telah dilaksanakan sejak Minggu, 20 April 2025 di Perpustakaan STIQ Amuntai. Pelatihan tersebut dibimbing oleh dua narasumber alumni STIQ, yaitu Ustadz Wahyudi, S.Pd. dan Ustadzah Mulyana, S.Pd.

     Selama lima hari, para peserta menerima materi mulai dari dasar-dasar videografi, penulisan skrip edukasi dan dakwah, praktik pengambilan gambar, hingga pengeditan video menggunakan aplikasi Capcut. Usai acara serah terima beasiswa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi coffee break, lalu peserta kembali menyelesaikan pengeditan video masing-masing kelompok dan mempresentasikan hasilnya setelah salat ashar.

     Acara ini menjadi momentum penting bagi STIQ Amuntai dalam membina dan mendorong semangat mahasiswa untuk terus berprestasi, tidak hanya dalam bidang akademik dan tahfiz, tetapi juga dalam keterampilan kreatif dan dakwah digital.

 

Rapat Pemilihan Ketua STIQ Amuntai 2025: Langkah Strategis Menuju Kepemimpinan Baru

Amuntai, 25 Januari 2025 — Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai kembali menggelar rapat penting dalam rangka pemilihan ketua baru untuk masa khidmat selanjutnya. Rapat tersebut berlangsung di Kantor Ketua STIQ Amuntai dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dan dosen senior yang memiliki peran strategis dalam pengembangan kampus.

Tokoh-tokoh yang hadir dalam forum musyawarah ini antara lain Mu’allim Dr. H. Hasib Salim, M.AP, Mu’allim H. Alfiannor, Lc. M.Pd.I, Mu’allim Dr. H. Muh. Haris Zubaidillah, SQ., M.Pd, Mu’allim Dr. Husin, M.Pd, Mu’allim Doni Ahmad Ramadhani, M.Pd., MM, serta Mu’allim H. Abdiansyah, S.Pd.I., MM. Mereka turut serta dalam menentukan arah dan figur yang tepat untuk memimpin STIQ Amuntai di tengah tantangan pendidikan tinggi Islam yang semakin kompleks.

Pemilihan ketua tahun ini digelar sebagai upaya memperkuat sistem kepemimpinan dan manajemen kampus, sekaligus menjawab kebutuhan akan inovasi dan transformasi dalam tata kelola lembaga. Para peserta rapat bersepakat bahwa pemimpin yang akan datang harus mampu membawa STIQ Amuntai semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Al-Qur’an dan keislaman yang menjadi fondasi institusi.

Proses rapat berlangsung dalam suasana kekeluargaan namun tetap serius dan terstruktur. Berbagai nama kandidat dibahas dengan mempertimbangkan integritas, rekam jejak akademik, pengalaman kepemimpinan, serta komitmen terhadap visi misi STIQ Amuntai. Dalam rapat tersebut juga dibuka ruang diskusi mendalam mengenai strategi penguatan mutu akademik dan peningkatan kontribusi sosial kampus di tengah masyarakat.

Pemilihan ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya mampu menjalankan roda organisasi dengan baik, tetapi juga memiliki visi jangka panjang dalam membentuk generasi penghafal dan pengamal Al-Qur’an yang unggul dan berdaya saing global.

STIQ Amuntai Gelar Sosialisasi dan Webinar Tips Lulus Hibah Litabdimas 2024

Amuntai, 24 Mei 2024 – Dalam rangka meningkatkan partisipasi dan kualitas proposal dosen dalam program pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Webinar Tips Lulus Hibah di Litabdimas Tahun 2024, Jumat (24/5), secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini diikuti oleh para dosen tetap STIQ Amuntai dari berbagai program studi, serta menghadirkan narasumber yang berpengalaman dalam pengelolaan hibah Litabdimas di tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Ketua LPPM STIQ Amuntai menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong semangat meneliti dan mengabdi di kalangan dosen, sekaligus memberikan pemahaman teknis dalam menyusun proposal hibah yang sesuai dengan standar Litabdimas Kementerian Agama. “Harapannya, semakin banyak dosen STIQ Amuntai yang lolos seleksi hibah nasional dan dapat menghasilkan luaran riset yang berkualitas serta berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Materi webinar mencakup:

  • Sosialisasi mekanisme dan skema pendanaan Litabdimas Tahun 2024,
  • Strategi menyusun proposal unggul dan sesuai prioritas nasional,
  • Tips teknis dari reviewer nasional agar proposal tidak gugur administrasi,
  • Studi kasus proposal yang berhasil didanai dan alasan kelolosannya.

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Beberapa dosen juga membagikan pengalaman mereka dalam mengikuti program hibah sebelumnya, baik yang berhasil maupun yang masih dalam tahap perbaikan proposal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen STIQ Amuntai dalam memperkuat budaya akademik berbasis riset dan pengabdian, serta membangun ekosistem ilmiah yang produktif dan kompetitif. Ke depan, LPPM STIQ Amuntai berencana membuka klinik proposal dan pendampingan intensif bagi dosen yang ingin mengajukan hibah Litabdimas dan skema pendanaan lainnya.

“Wonderfull Isra’ Mi’raj: Aku Ingin Merasakan Allah Hadir Saat Aku Jatuh”

Amuntai, Kalimantan Selatan: Kampus STIQ Rakha Amuntai mengadakan kegiatan pada Senin (19/2/2024) yang bertajuk “Wonderful Isra’ Mi’raj: Aku Ingin Merasakan Allah Hadir Saat Aku Jatuh.” Acara ini menghadirkan Al Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun dari Jawa Timur, pendiri pesantren Dalwa, sebagai narasumber utama.

Al Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun

Acara yang dimulai pukul 13.30 WITA ini dihadiri oleh Wakil Ketua II STIQ Rakha Amuntai H. Alfianor,Lc., M.Pd.I,  Kaprodi PBA Dr. Muh Haris Zubaidillah, SQ, M.Pd, Ketua BPPM (Balai Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) STIQ Rakha Amuntai H. Abdiansyah, S.Pd.I., MM, serta dosen, karyawan, dan mahasiswa-mahasiswi STIQ Rakha Amuntai.

Al Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun

Dalam ceramahnya, Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun mengajak para jamaah untuk merenungkan makna Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Beliau menekankan pentingnya meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW, seperti kesabaran, ketabahan, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai cobaan.

Ketua BPPM H. Abdiansyah, S.Pd.I., MM

Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun juga menyampaikan bahwa setiap manusia pasti akan mengalami jatuh bangun dalam hidup. Di saat-saat terjatuh itulah, manusia haruslah semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Ketika kita jatuh, janganlah kita berputus asa. Justru di saat itulah kita harus semakin dekat dengan Allah SWT. Mintalah pertolongan kepada-Nya dengan penuh keyakinan,” ungkap Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun.

Wakil Ketua II STIQ Rakha Amuntai H. Alfianor,Lc., M.Pd.I

Acara ini ditutup dengan do’a bersama dan sesi tanya jawab. Para jamaah tampak antusias mengikuti acara ini dan mendapatkan banyak pencerahan dari ceramah yang disampaikan oleh Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun.

Penutupan Kelas Bahasa Arab

Sabtu pagi, tepat pukul 08.30 WITA, Auditorium Lantai 1 STIQ Rakha Amuntai menjadi saksi penutupan acara “Kelas Bahasa Arab” yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari institusi tersebut. Hadir dalam acara tersebut adalah Ketua STIQ Amuntai, Dr. H. Abd Hasib Salim, M.AP, Ketua BPPM STIQ Amuntai, H. Abdiansyah, S.Pd.I., MM, serta tokoh-tokoh lainnya seperti Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Dr. Muh. Haris Zubaidillah, M.Pd, Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Dony Ahmad Ramadhani, M.Pd.I, dan Ustad M.Syihabuddin S.Pd.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dipercayakan kepada Muhammad Hafidz Al-Faruqi. Setelah itu, dua sambutan penting disampaikan oleh Muallim Dony Ahmad Ramadhani, M.Pd.I dan Muallim Dr. H. Abd Hasib Salim, M.AP.

Dalam sambutannya, Muallim Dony Ahmad Ramadhani, M.Pd.I menggarisbawahi pentingnya proses belajar dalam menghadapi perubahan. Ia menyatakan bahwa belajar membawa transformasi, di mana kemampuan yang awalnya tidak dimiliki dapat terwujud melalui upaya pembelajaran yang tekun. Ia memberi contoh bahwa seseorang yang belajar bersepeda pada awalnya mungkin tidak mahir, namun dengan waktu dan latihan, mereka dapat menguasai keterampilan tersebut. Hal serupa berlaku untuk kemampuan matematika atau bidang lainnya. Meskipun demikian, Muallim Dony juga menegaskan bahwa tidak semua perubahan berasal dari proses belajar.

Sambutan kedua disampaikan oleh Muallim Dr. H. Abd Hasib Salim, M.AP. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa perubahan merupakan hasil dari proses belajar, namun tidak semuanya. Menurut beliau, ada perubahan yang terjadi sebagai hasil dari belajar, namun tidak semua perubahan berasal dari proses belajar.

Acara ditutup dengan kesan hangat dari para peserta yang mengapresiasi pengalaman belajar bahasa Arab yang mereka dapatkan selama periode tertentu. Penutupan “Kelas Bahasa Arab” di STIQ Rakha Amuntai tidak hanya menandai akhir dari satu proses pembelajaran, tetapi juga awal dari perjalanan baru dalam menghadapi perubahan dan memperkaya pengetahuan serta keterampilan.

STIQ Amuntai Dorong Riset Kolaboratif antara Dosen dan Mahasiswa

Amuntai, 7 Agustus 2023 – Dalam upaya meningkatkan mutu akademik dan budaya ilmiah di lingkungan kampus, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai mengimbau seluruh dosen untuk aktif melibatkan mahasiswa dalam kegiatan riset dan publikasi ilmiah. Himbauan ini disampaikan oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik dalam rapat koordinasi awal semester yang berlangsung pada Jumat (7/8).

Kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian. Melalui sinergi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung dalam proses penelitian ilmiah, tetapi juga mendapatkan bimbingan akademik yang lebih intensif dari para dosen pembimbing.

Wakil Ketua I menyampaikan bahwa kegiatan riset kolaboratif dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti penelitian berbasis tugas akhir, penelitian institusional, maupun proyek pengabdian yang memiliki komponen riset. “Kami mendorong agar setiap dosen dapat menjadikan riset sebagai ruang pembinaan dan pemberdayaan mahasiswa, sekaligus wadah untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah bersama,” ungkapnya.

Program studi di STIQ Amuntai seperti PBA dan PGMI menyambut baik himbauan ini dan mulai merancang agenda penelitian terpadu yang melibatkan mahasiswa semester akhir. Selain itu, pihak kampus juga menyediakan dukungan administratif dan teknis untuk memperlancar proses pelaksanaan riset kolaboratif.

Dengan adanya himbauan ini, diharapkan akan lahir karya-karya ilmiah yang tidak hanya bermanfaat dalam konteks akademik, tetapi juga berdampak bagi masyarakat luas. STIQ Amuntai berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem riset yang produktif, partisipatif, dan bernilai Qur’ani.

Debat Kandidat dan Pemilihan Umum Calon Ketua dan Wakil Dema-Bom STIQ Periode 2023/2024

Audit STIQ, Senin, 5 Juni 2023 – STIQ Rakha Amuntai menggelar Debat Kandidat dan Pemilihan Umum Calon Ketua dan Wakil Dewan Mahasiswa (Dema) Badan Otonom Mahasiswa (Bom) untuk periode 2023/2024. Kegiatan ini diadakan di ruang Audit pada hari Senin, tanggal 5 Juni 2023.

Acara ini diselenggarakan oleh panitia Dema-Bom STIQ Rakha Amunta periode 2022/2023 dengan tujuan untuk memilih pemimpin yang tepat untuk masa jabatan selanjutnya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh mahasiswa dan mahasiswi STIQ Rakha Amuntai sebagai peserta.

Sebagai pemateri dalam acara tersebut, hadir Muallim Dr. H. Hasib Salim, M.AP, yang merupakan Ketua STIQ Amuntai. Selain itu, ada juga tamu undangan yaitu Muallim Syihabuddin, S.Pd dan Muallim Haris Zubaidillah, S.Q. M.Pd.

Debat kandidat ini terbagi dalam beberapa sesi dengan urutan kegiatan yang telah ditentukan. Dimulai dengan pembukaan oleh panitia, dilanjutkan dengan pembacaan peraturan debat agar semua peserta memahami tata cara yang berlaku.

Sesi pertama dimulai dengan segmen pembacaan visi misi dari masing-masing pasangan calon (paslon). Setelah itu, visi misi tersebut dikritisi oleh moderator, dan paslon diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan.

Sesi kedua adalah sesi pertanyaan antar paslon. Setiap paslon akan saling bertanya mengenai isu-isu terkait kepemimpinan dan program kerja mereka.

Sesi ketiga terdiri dari beberapa segmen pertanyaan. Pertanyaan pertama diajukan oleh moderator, diikuti oleh pertanyaan dari para muallim yang hadir, dan terakhir adalah pertanyaan dari Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM).

Acara ditutup dengan penutupan dari masing-masing paslon melalui pernyataan penutup atau closing statement. Moderator juga memberikan closing statement sebagai penutup acara.

Dalam materi yang disampaikan, Muallim Dr. H. Hasib Salim, M.AP menekankan pentingnya kepemimpinan dalam suatu organisasi. Orang-orang yang jujur, bijaksana, dan mampu mengayomi semua anggotanya menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas kepemimpinan. Debat kandidat ini menjadi momen penting dalam menentukan calon Ketua dan Wakil Dema-Bom STIQ Rakha Amuntai periode 2023/2024 yang memiliki kualitas kepemimpinan tersebut.

Standarisasi Guru Tahsin, Tahfizh, dan Amaliyah Keagamaan SD & SMP se-Kab. HSU oleh STIQ Amuntai

Standarisasi guru adalah seperangkat kriteria atau ukuran untuk menjamin bahwa guru memiliki kualifikasi dan kompetensi yang sesuai untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Standarisasi guru bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan memastikan bahwa setiap guru memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk memberikan pembelajaran yang efektif kepada siswa. Standarisasi guru juga bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru dan meningkatkan martabat profesi guru.

Guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik dan pembimbing bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan, keahlian, dan sikap yang dibutuhkan untuk menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat. Oleh karena itu, guru harus memiliki kompetensi dan kualifikasi yang tinggi sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dengan demikian, mereka dapat memberikan pembelajaran yang efektif dan berkualitas bagi siswa.

Rabu, 13 September 2022. Quranic Family (QuFa) Center mengadakan standarisasi guru Tahsin Tahfizh SMP dan SD se-kabupaten HSU, kegiatan tersebut dilaksanakan di hotel minosa yang berlokasi di kota Amuntai.
Kegiatan standarisasi guru tahsin tahfizh ini merupakan langkah yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pengajaran tahsin tahfizh di SMP dan SD se-kabupaten HSU. Dengan adanya standar yang jelas, diharapkan para guru tahsin tahfizh dapat memberikan pengajaran yang berkualitas dan menjadi panutan bagi guru-guru lainnya.

Kegiatan standarisasi ini disambut baik oleh para tenaga pendidik dan dianggap sebagai langkah yang positif dalam meningkatkan kualitas pengajaran tahsin tahfizh.

Kegiatan ini dilaksanakan dari pukul 08:00 sampai 18:00 WITA dan berjalan dengan lancar. Selain itu, Hotel Minosa Amuntai juga menyediakan fasilitas dan pelayanan yang memadai selama kegiatan ini berlangsung. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menjamin kenyamanan para pendidik yang hadir dalam kegiatan ini.

Pengantar Matan Jazary bersama Syekh Samsul Fajeri, Lc.,MA

Menjadi seorang tenaga pendidik sejatinya tidak hanya tentang tampil di hadapan para peserta didik, akan tetapi tenaga pendidik juga perlu memerhatikan kualitas keilmuan mereka, karena hal tersebutlah yang nantinya akan disampaikan kepada peserta didik. Jika seorang tenaga pendidik tidak memahami secara tepat materi yang akan mereka ajarkan, maka tujuan dari pembelajaran tersebut tentu tidak akan tercapai dengan maksimal. Oleh sebab itu tenaga pendidik dituntut untuk terus meningkatkan dan memperbaharui kualitas keilmuan mereka.

Nyatanya hal tersebut telah dipraktikkan oleh tenaga pengajar kegiatan Tahsin, Tahfizh, dan Amaliyah Keagamaan SMP dari STIQ Rakha Amuntai, yang mana di samping mengajar mereka juga terus meningkatkan kualitas keilmuan mereka dengan senantiasa mengikuti berbagai program pelatihan, salah satunya adalah pada kegiatan ini yang membahas tentang Matan Jazary. Matan Jazary sendiri adalah sebuah pengantar terkait apa saja yang wajib diketahui oleh pembaca Alquran. Tentu sebagai tenaga pendidik yang akan mengajarkan ilmu Alquran kepada peserta didik, perlu adanya penguasaan terhadap dasar-dasar dalam membaca Alquran.

Kegiatan ini diisi oleh syekh Samsul Fajeri, Lc.,MA. Beliau adalah dosen tetap di STIQ Rakha Amuntai sekaligus pembina lembaga Quranic Family (QuFa) Center STIQ Rakha Amuntai. Beliau dikenal sebagai pakar Alquran dan pemegang sanad Alquran serta berbagai sanad lainnya (khususnya di bidang kajian Alquran). Dilaksanakan pada Selasa, 6 Desember 2022 dan bertempat di Minosa Resort Hotel yang dimaksudkan agar para peserta mampu fokus terhadap jalannya rangkaian kegiatan.