AMUNTAI — Dalam rangka menjaga tradisi hafalan dan meningkatkan kualitas mutu institusi, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai sukses menyelenggarakan program Sima’an Hafalan Qur’an Bil Ghoib 30 Juz pada Sabtu (12/09/2026). Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema syahdu, mengiringi program unggulan …
AMUNTAI — Menyambut kehadiran generasi mahasiswa baru tahun akademik 2026, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Rakha Amuntai kembali menyelenggarakan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama). Acara pembukaan kegiatan pengenalan kampus yang penuh antusiasme ini dilangsungkan secara khidmat di Auditorium Lantai I STIQ Rakha Amuntai pada hari Ahad sore, mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai.
Suasana pembukaan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) STIQ Rakha Amuntai Tahun 2026 yang dipadati oleh calon mahasiswa baru di Auditorium Lantai I. (Foto:MediaSTIQ)
Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tinggi kampus. Tampak hadir Ketua STIQ Rakha Amuntai, Mu’allim Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M.AP., didampingi oleh Wakil Ketua I, Mu’allim Assoc. Prof. Dr. H. Muh. Haris Zubaidillah, M.Pd.
Turut berhadir pula jajaran pimpinan program studi, di antaranya Kaprodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Mu’allim Dr. Haji Hamli, M.Pd.I., Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Mu’allim Dony Ahmad Ramadhani, M.Pd.I., MM., serta Sekretaris Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BPPM), Mu’allim H. Hasan, MA.Hum. Hadir pula perwakilan dosen yang senantiasa mendampingi mahasiswa, yakni Mu’allim M. Syihabuddin, M.Pd. dan Mu’allim Sandy Aulia Rahman, M.Pd.
Ketua STIQ Rakha Amuntai, Mu’allim Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M.AP., saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi rangkaian kegiatan Mastama 2026. (Foto:MediaSTIQ)
Dari unsur kepanitiaan dan organisasi mahasiswa, acara ini dikawal penuh oleh Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Adi Aulia Rahman, beserta Ketua Badan Otonom Mahasiswi (BOM), Juwairiah. Selain itu, pimpinan Himpunan Mahasiswa dari program studi PGMI, IAT, dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) juga turut serta menyambut hangat kedatangan seluruh peserta Mastama 2026.
Mastama merupakan gerbang awal yang sangat krusial bagi para calon mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan transisi menuju lingkungan pendidikan tinggi. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan utama menanamkan nilai-nilai keislaman, etika akademik, serta tradisi luhur kepesantrenan yang menjadi fondasi utama STIQ Rakha Amuntai. Melalui Mastama, para mahasiswa diharapkan tidak hanya siap menghadapi sistem perkuliahan, tetapi juga memiliki karakter Qur’ani dan akhlakul karimah yang kuat sebelum resmi memulai perjalanan akademiknya.
Momen Ketua DEMA, Adi Aulia Rahman memberikan sambutan terkait kesiapan Mastama 2026. (Foto:MediaSTIQ)Momen Suasana khidmat saat pembukaan secara resmi acara Mastama 2026. (Foto:MediaQuFa)
Rangkaian kegiatan Mastama tahun ini dirancang secara komprehensif. Sebelumnya, pada Jumat (14/08), para peserta telah lebih dulu mengikuti sesi pembekalan awal. Setelah resmi dibuka pada hari Ahad, rangkaian utama Mastama dijadwalkan berlangsung secara intensif selama empat hari, mulai dari hari Senin hingga Kamis.
Selama pelaksanaan tersebut, para mahasiswa baru disuguhi berbagai materi fundamental. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan struktur dan prospek masing-masing program studi (keprodian), pemahaman tata tertib kampus, hingga wawasan umum seputar dinamika dunia perkuliahan.
Momen khidmat para peserta Mastama STIQ Rakha Amuntai 2026 saat memanjatkan doa di makam Muassis Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai, Mu’allim KH. Abdurrasyid. (Foto:MediaSTIQ)Meneladani jejak langkah perjuangan pendahulu, mahasiswi baru STIQ Rakha Amuntai melaksanakan ziarah ke makam pendiri kampus, Mu’allim Dr. KH. M. Saberan Affandi, Lc., MA. (Foto:MediaSTIQ)
Tidak hanya diisi dengan materi di dalam ruangan, Mastama STIQ Rakha Amuntai juga diwarnai dengan tradisi spiritual yang kental. Pada hari Selasa, seluruh peserta dijadwalkan untuk turun langsung melaksanakan ziarah ke makam para pendahulu.
Rombongan mahasiswa baru ini berziarah ke makam Muassis Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai, yakni Mu’allim KH. Abdurrasyid, serta makam pendiri STIQ Rakha Amuntai, Mu’allim Dr. KH. M. Saberan Affandi, Lc., MA. Kegiatan ziarah ini menjadi momen refleksi spiritual untuk mengambil ibrah (pelajaran) tentang ketekunan dan keikhlasan, sekaligus memohon keberkahan dari perjuangan para ulama perintis lembaga pendidikan kebanggaan masyarakat Hulu Sungai Utara ini.
FOTO MOMEN MASTAMA STIQ 2026
Antusiasme peserta akhwat pada acara Pembukaan Mastama 2026. (Foto:MediaSTIQ)Antusiasme peserta ikhwan pada acara Pembukaan Mastama 2026 saat memberikan salam 30 Juz. (Foto:MediaSTIQ)Momen foto bersama Mu’allim & seluruh peserta Mastama 2026. (Foto:MediaSTIQ)
BALANGAN — Halaman Kantor Kecamatan Awayan tampak dipadati oleh ratusan mahasiswa beralmamater biru pada Rabu (05/08/2026) pagi. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Rakha Amuntai secara resmi melangsungkan acara pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler untuk wilayah Kecamatan Awayan.
Suasana khidmat acara pelepasan 171 mahasiswa KKN Reguler STIQ Rakha Amuntai di Halaman Kantor Kecamatan Awayan. (Foto:MediaSTIQ)
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.30 WITA ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari pihak sejarawan maupun unsur pemerintah daerah. Dari pihak kampus, hadir langsung Ketua STIQ Rakha Amuntai, Mu’allim Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M.AP., didampingi para Wakil Ketua, serta Ketua Biro KKN STIQ, Mu’allim H. Abdiansyah S.Pd.I., MM., beserta seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) wilayah Awayan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Balangan menaruh perhatian penuh pada kegiatan ini. Bupati Balangan yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balangan, Bapak H. Abiji, S.Pd., M.AP., turut hadir memberikan Arah. Hadir pula Camat Awayan, Bapak Muhammad, S.Ap., beserta unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), dan seluruh 23 Kepala Desa yang ada di lingkungan Kecamatan Awayan.
Kehadiran program KKN Reguler ini merupakan wujud komitmen STIQ Rakha Amuntai dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat. Program ini dirancang agar mahasiswa dapat turun langsung berkontribusi memecahkan permasalahan di desa, sekaligus menciptakan ilmu kependidikan keagamaan agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan program pembangunan daerah di Kabupaten Balangan.
Acara pelepasan ini berjalan dengan tertib dan terstruktur. Kegiatan diawali dengan pemaparan laporan oleh Ketua Biro KKN STIQ Rakha Amuntai. Dalam laporannya, Mu’allim H. Abdiansyah mengemukakan bahwa KKN Reguler di Kecamatan Awayan ini diikuti oleh 171 mahasiswa yang berasal dari dua program studi, yakni Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Ketua STIQ Rakha Amuntai, Mu’allim Dr.KH. Abd. Hasib Salim, M.AP., saat memberikan berbagai pelepasan secara resmi kepada mahasiswa KKN Reguler STIQ Rakha Amuntai di Kecamatan Awayan. (Foto:MediaSTIQ)
Rangkaian acara berlanjut pada momen inti, yakni perayaan dari Ketua STIQ Rakha Amuntai, Mu’allim Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M.AP. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan pesan-pesan moral dan wejangan kepada para mahasiswa agar selalu menjaga nama baik almamater serta mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah. Di akhir penuturannya, Mu’allim Hasib secara resmi melepas kepergian 171 mahasiswa KKN untuk mulai mengabdi di 23 desa yang tersebar di Kecamatan Awayan.
Bapak H. Abiji, S.Pd., M.AP., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balangan, memberikan berbagai dan arahan strategi kepada mahasiswa KKN STIQ Rakha Amuntai. (Foto:MediaSTIQ)
Sebagai bentuk dukungan penuh dari pemerintah daerah, Kepala Disdikbud Balangan, Bapak H. Abiji, yang mewakili Bupati Balangan, juga memberikan Berbagai strategi hangat sekaligus arahan kepada para peserta KKN.
Dalam arahannya, Bapak Abiji menekankan pentingnya kemampuan bersosialisasi dan beradaptasi. Ia berpesan agar para siswa selalu menghormati kearifan lokal dan adat istiadat masyarakat setempat. Lebih lanjut, beliau mendorong agar program kerja yang dibawa oleh para mahasiswa, khususnya di bidang keagamaan dan pendidikan dasar, dapat benar-benar diwujudkan di lapangan.
Acara peluncuran pun ditutup dengan doa bersama, menandai dimulainya langkah nyata ratusan mahasiswa STIQ Rakha Amuntai dalam memberikan bakti terbaiknya untuk masyarakat Kabupaten Balangan.
Momen Dosen Pembimbing Lapangan turut hadir dalam Pelepasan KKN STIQ Rakha Amuntai di Kecamatan Awayan. (Foto:MediaSTIQ)Momen Tamu Undangan beserta 23 Kades turut hadir memeriahkan sekaligus Menyambut Peserta KKN STIQ Rakha Amuntai di Kecamatan Awayan. (Foto:MediaSTIQ)
AMUNTAI — Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Rakha Amuntai secara resmi menggelar acara pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional dan KKN Program Khusus (PK). Acara pelepasan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Auditorium Lantai I, STIQ Amuntai, pada Senin (03/08/2026) pagi.
Suasana pelepasan mahasiswa KKN Internasional Malaysia dan Program Khusus (PK) yang langsungkan di Auditorium Lantai I STIQ Amuntai. (Foto:MediaSTIQ)
Acara megah ini dimeriahkan langsung oleh jajaran pimpinan dan tokoh pemerintah setempat. Turut hadir Ketua STIQ Rakha Amuntai, Mu’allim Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M.AP., Wakil Ketua I Bidang Akademik, Mu’allim Assoc. Prof. Dr. Muh. Haris Zubaidillah, M.Pd.,Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Mu’allim Assoc. Prof. Dr. Husin, M.Pd., dan Kepala Biro KKN STIQ, Mu’allim H. Abdiansyah, S.Pd.I., M.M.
Dari pihak pemerintahan, hadir perwakilan Camat Amuntai Utara, yakni Bapak Wahyu Septiadi Putra, S.AK , MM selaku Kasi Pelayanan, Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial Kecamatan Amuntai Utara. Selain itu, kegiatan ini juga disaksikan oleh para Kepala Desa di Kecamatan Amuntai Utara (Kades Murung Karangan, Teluk Daun, Sungai Turak Dalam, dan Panyaungan), seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) wilayah Amuntai Utara dan Internasional, serta para mahasiswa peserta KKN.
Program KKN ini sendiri diselenggarakan sebagai penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, program KKN Internasional dan Program Khusus ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu Al-Qur’an di tengah masyarakat luas. Kegiatan ini juga menjadi misi penting kampus untuk memperluas jaringan syiar Islam STIQ Rakha Amuntai, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat global.
Ketua STIQ Rakha Amuntai, Mu’allim Dr.KH. Abd. Hasib Salim, M.AP. (tengah) memberikan arahan dan pembekalan kepada para mahasiswa KKN sebelum diterjunkan ke masyarakat. (Foto:MediaSTIQ)
Tercatat ada sebanyak 46 mahasiswa yang mengikuti program ini, dengan rincian 24 orang tergabung dalam KKN Internasional tujuan Malaysia, dan 22 orang mengikuti KKN Program Khusus (PK).
Sebelum diberangkatkan ke Malaysia, para peserta KKN Internasional diwajibkan melaksanakan pengabdian masyarakat tahap awal di beberapa titik wilayah lokal. Fokus pengabdian lokal tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Di wilayah HSU, para mahasiswa akan mengabdi di Daru Tahfizh Al-Qur’an Asy-Syifa Jumba, TPQ Al Muhibbin (Telaga Silaba), dan TPA Darussalam (Sungai Malang). Sementara untuk wilayah HST, pengabdian akan dipusatkan di Rumah Tahfizh Andang, Barabai.
Dengan adanya pelepasan ini, diharapkan seluruh mahasiswa KKN dapat menjaga nama baik almamater, memberikan kontribusi positif bagi tempat mengabdi mereka, serta membawa pulang ilmu dan pengalaman yang berharga untuk bekal masa depan.
Momen Suasana Khidmat Pelepasan Mahasiswa KKN Internasional Malaysia dan Program Khusus. (Foto:MediaSTIQ)
AMUNTAI — Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Rakha Amuntai melaksanakan kegiatan Penyerahan Beasiswa Tahfiz Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026 pada Kamis (05/02/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Audit STIQ Rakha Amuntai dan diikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi STIQ Rakha Amuntai
Suasana penyerahan Beasiswa Tahfiz STIQ Rakha Amuntai Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026 yang berlangsung di Audit STIQ Rakha Amuntai (Foto/Humas)
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua STIQ Rakha Amuntai, Mu’allim Dr. H. Abd Hasib Salim, M.AP, Wakil Ketua II H. Alfianor, Lc., M.Pd.I, Kepala Tata Usaha H. Abdiansyah, S.Pd.I., MM, Ketua Pusat Pengembangan Tahfiz dan Qiraat (PPTQ) Hj. Rafikah, SQ., M.Pd.I, serta Kepala Asrama Mahasiswi Ibu Maskanah, M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 31 mahasiswa dan mahasiswi resmi menerima beasiswa tahfiz sebagai bentuk apresiasi institusi terhadap mahasiswa penghafal Al-Qur’an dengan capaian hafalan yang beragam, mulai dari 11 juz hingga 30 juz.
Ketua STIQ Rakha Amuntai dalam perayaannya menyampaikan bahwa beasiswa tahfiz merupakan komitmen kampus dalam mendukung dan memotivasi mahasiswa untuk terus menjaga, menambah, dan mengamalkan hafalan Al-Qur’an di tengah aktivitas akademik.
“Mahasiswa penghafal Al-Qur’an adalah aset berharga bagi kampus. Beasiswa ini bukan sekedar bantuan finansial, tetapi juga bentuk penghargaan atas kesungguhan dalam menjaga kalamullah,” ungkapnya.
Adapun 31 mahasiswa penerima Beasiswa Tahfiz Semester Genap TA 2025–2026 adalah sebagai berikut:
Siti Aisyah (PBA Smt 7) – 30 Juz
Aisyah (PBA Smt 3) – 30 Juz
Muhammad Iqbal (IAT Smt 3) – 30 Juz
Muhammad Ali Idris (PBA Smt 3) – 30 Juz
Najwa Tuzzahra (IAT Smt 3) – 30 Juz
Syifa Aulia (IAT Smt 1) – 30 Juz
Muhammad Yusuf (PBA-PK Smt 1) – 30 Juz
Alfiani Erlina Putri (IAT Smt 1) – 30 Juz
Juwairiah (IAT Smt 1) – 30 Juz
Junaidah (PBA Smt 7) – 26 Juz
Muhammad Zainol Arif (PBA Smt 5) – 23 Juz
Thaibah (IAT Smt 1) – 30 Juz
Ihsanul Amin (IAT Smt 3) – 19 Juz
Azizatul Muchlishah (IAT Smt 1) – 22 Juz
Aisyah (IAT Smt 1) – 18 Juz
Latifah Humaira (IAT Smt 1) – 17 Juz
Siti Aisyah (PBA Smt 5) – 21 Juz
Raudhatul Hasanah (PGMI Smt 5) – 28 Juz
Nazwatunni’mah (PGMI Smt 5) – 22 Juz
Nor Laila Hidawati (PGMI Smt 5) – 20 Juz
Suci Rahmadaniati (IAT Smt 1) – 14 Juz
Khadijah (PBA-PK Smt 3) – 12 Juz
Nur Halim (IAT Smt 3) – 13 Juz
Herlina (PGMI Smt 3) – 13 Juz
Rabiatul Hamdiah (PBA-PK Smt 3) – 14 Juz
Siti Aisyah (IAT Smt 3) – 13 Juz
Nur Safitri (PGMI Smt 1) – 11 Juz
Siti Marwiyah (IAT Smt 3) – 30 Juz
Ainoor Rahmah (PGMI Smt 3) – 12 Juz
Syarifatun Nazwa (PBA Smt 3) – 13 Juz
Tengku Aisyah Muthmainnah (PBA Smt 3) – 12 Juz
Foto bersama pimpinan STIQ Rakha Amuntai dengan 31 mahasiswa penerima Beasiswa Tahfiz Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026 (Foto/Humas)
Melalui program ini, STIQ Rakha Amuntai berharap dapat terus melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, namun juga berprestasi secara akademik dan berakhlak mulia.
AMUNTAI — Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Rakha Amuntai melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) sebagai bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat sistem penjaminan mutu akademik dan tata kelola pendidikan. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (29/01/2026), mulai pukul 16.00 WITA hingga selesai, bertempat di Kantor Wakil Ketua STIQ Amuntai.
Suasana pelaksanaan Audit Mutu Internal STIQ Rakha Amuntai di Kantor Wakil Ketua (Foto/Humas)
Audit ini dihadiri oleh Wakil Ketua II STIQ Rakha Amuntai, H. Alfianor, Lc., M.Pd.I, Ketua Balai Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BPPM) STIQ Rakha Amuntai, H. Abdiansyah, S.Pd.I., MM, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Drs. H. Taufikurrahman, M.M.Pd, serta para pimpinan program studi, yakni Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) M. Ahim Sulthan Nuruddaroini, M.Pd, Kaprodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Haji Hamli, M.Pd.I, dan perwakilan Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).
Sementara itu, tim auditor dalam kegiatan ini terdiri atas Dr. Muh. Haris Zubaidillah, SQ, M.Pd dan H. Ahmad Khalidi, S.Pd.I., MM, yang bertugas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar mutu akademik dan tata kelola institusi.
Tim auditor melakukan proses evaluasi standar mutu akademik dan kelembagaan (Foto/Humas)
Audit Mencakup Prodi dan Standar Mutu Institusional Berbasis PPEPP
Audit Mutu Internal kali ini tidak hanya berfokus pada evaluasi tiga program studi (PBA, PGMI, dan IAT), tetapi juga mencakup penilaian terhadap standar mutu institusional dalam kerangka Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis Siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).
Ruang lingkup AMI meliputi:
Standar Pendidikan (Siklus PPEPP)
Pengaturan dan Tata Kelola SPMI (Siklus PPEPP)
Standar Tata Pamong dan Pengelolaan (Siklus PPEPP)
Standar Luaran Pendidikan, khususnya Kompetensi Lulusan
Melalui audit ini, STIQ Rakha Amuntai berupaya memastikan bahwa seluruh kebijakan, pelaksanaan program akademik, serta tata kelola kelembagaan berjalan secara sistematis, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Pimpinan dan ketua LPM mengikuti sesi evaluasi Audit Mutu Internal (Foto/Humas)
Komitmen terhadap Mutu dan Daya Saing Lulusan
Kegiatan AMI menjadi bagian dari strategi institusi dalam meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan, memperkuat budaya mutu, serta memastikan bahwa lulusan STIQ Rakha Amuntai memiliki kompetensi unggul, baik dalam bidang keilmuan Al-Qur’an, pendidikan, maupun karakter keislaman.
Hasil dari audit ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi strategis untuk perbaikan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi STIQ Rakha Amuntai sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, kredibel, dan responsif terhadap tuntutan mutu nasional.
Foto bersama pimpinan, auditor, dan tim pelaksana Audit Mutu Internal STIQ Rakha Amuntai (Foto/Humas)
AMUNTAI – Dalam rangka memperkuat kualitas akademik dan meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai melaksanakan Tes TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language) dan Tes TOEFL (Test of English as a Foreign Language) pada Ahad (25/01/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 232 mahasiswa/i STIQ Amuntai dari berbagai program studi. Pelaksanaan tes bahasa ini menjadi bagian dari langkah strategis kampus dalam memetakan sekaligus meningkatkan kompetensi bahasa asing mahasiswa, khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris, yang merupakan dua bahasa utama dalam pengembangan keilmuan, riset, dan jejaring akademik internasional.
Suasana pelaksanaan Tes TOAFL bagi mahasiswa STIQ Amuntai yang berlangsung di Audit STIQ Amuntai, Ahad (25/1/2026). (Foto:Humas)
Untuk Tes TOAFL, yang mengukur kemampuan bahasa Arab mahasiswa, tercatat sebanyak 135 peserta, terdiri dari 45 mahasiswa laki-laki dan 90 mahasiswa perempuan. Sementara itu, Tes TOEFL yang menguji kemampuan bahasa Inggris diikuti oleh 97 peserta, dengan rincian 25 peserta laki-laki dan 72 peserta perempuan.
Pelaksanaan Tes TOAFL dipusatkan di Audit STIQ Amuntai, sedangkan Tes TOEFL berlangsung di Aula Lantai 2 STIQ Amuntai. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan kondusif pada pukul 08.00 hingga 10.00 WITA, dengan pengawasan panitia dan tim Pusat Pengembangan Bahasa STIQ Amuntai.
Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan sambutan Wakil Ketua I Bidang Akademik STIQ Amuntai, Mu’allim Dr. H. Muh. Haris Zubaidilah, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa, tidak hanya untuk menunjang proses perkuliahan, tetapi juga sebagai bekal menghadapi dunia akademik lanjutan, penelitian, serta persaingan global.
Wakil Ketua I Bidang Akademik STIQ Amuntai, Mu’allim Dr. H. Muh. Haris Zubaidilah, M.Pd., saat memberikan sambutan pembukaan Tes TOAFL dan TOEFL Tahun 2026 (Foto:Humas)
“Kemampuan bahasa asing menjadi indikator penting kualitas lulusan perguruan tinggi. Melalui tes ini, kampus ingin memastikan mahasiswa memiliki kesiapan akademik yang memadai,” ujarnya.
Selanjutnya, Kepala Pusat Pengembangan Bahasa STIQ Amuntai sekaligus Ketua Pelaksana, Mu’allim Zam Zam Rasyidi, M.Pd., menyampaikan tata tertib, teknis pelaksanaan, serta aturan tes kepada seluruh peserta. Penjelasan ini bertujuan agar tes dapat berlangsung secara objektif, adil, dan sesuai standar penilaian bahasa yang berlaku.
Kepala Pusat Pengembangan Bahasa STIQ Amuntai, Mu’allim Zam Zam Rasyidi, M.Pd., saat melakukan pengawasan pelaksanaan Tes TOAFL dan TOEFL (Foto:Humas)
Pelaksanaan Tes TOAFL dan TOEFL ini juga menjadi instrumen evaluasi institusional bagi STIQ Amuntai dalam mengembangkan program pembinaan bahasa, baik melalui perkuliahan, pelatihan tambahan, maupun program pendampingan bahasa bagi mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, STIQ Amuntai menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam kajian Al-Qur’an dan keislaman, tetapi juga responsif terhadap tuntutan kompetensi global, khususnya dalam penguasaan bahasa internasional.
Peserta Tes TOAFL dan TOEFL STIQ Amuntai menyimak arahan sebelum ujian dimulai (Foto:Humas)
Pengawas ujian membagikan soal dan lembar jawaban kepada peserta (Foto:Humas)
Peserta mengerjakan soal Tes TOAFL dan TOEFL dengan tertib dan fokus (Foto:Humas)