Kupas Pendidikan Keluarga Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah, STIQ Rakha Amuntai Gelar Seminar Internasional

AMUNTAI — Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Rakha Amuntai menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Pendidikan Keluarga dan Masyarakat Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah” pada Sabtu (07/02/2026). Kegiatan ini berlangsung di Audit STIQ Rakha Amuntai mulai pukul 10.30 WITA hingga selesai dan diikuti oleh seluruh sivitas akademika STIQ Rakha Amuntai

Seminar internasional ini menghadirkan narasumber dari Yaman, Habib Dr. Thahir bin Husin Al-Atthos, yang menyampaikan materi secara langsung menggunakan Bahasa Arab. Kehadirannya memberikan nuansa keilmuan internasional sekaligus memperkaya wawasan keislaman peserta, khususnya dalam kajian pendidikan keluarga dan masyarakat berbasis Al-Qur’an dan Sunnah.

Acara ini dihadiri oleh Ketua STIQ Rakha Amuntai Mu’allim Dr. H. Abd Hasib Salim, M.AP, Wakil Ketua I Dr. H. Muh Haris Zubaidillah, SQ., M.Pd., Kepala Tata Usaha H. Abdiansyah, S.Pd.I., MM, Ulama Kabupaten Hulu Sungai Utara sekaligus dosen STIQ Rakha Amuntai Dr. KH. Ainor Ridha, Lc., M.Pd.I, seluruh dosen, Instruktur Tahfiz STIQ, serta seluruh mahasiswa dan mahasiswi STIQ Rakha Amuntai.

Habib Dr. Thahir bin Husin Al-Atthos saat menyampaikan materi Seminar Internasional menggunakan Bahasa Arab di hadapan sivitas akademika STIQ Rakha Amuntai (Foto/Humas)

Dalam pemaparannya, Habib Dr. Thahir bin Husin Al-Atthos menekankan bahwa pendidikan keluarga memiliki peran fundamental dalam membangun masyarakat yang Qur’ani. Beliau menyampaikan bahwa terdapat dua hal utama yang harus dibangun dalam pendidikan keluarga, yaitu cinta dan kepercayaan antara orang tua dan anak.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pembangunan cinta dan kepercayaan tersebut dapat diwujudkan melalui beberapa cara, di antaranya dengan membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, yakni dengan mendengarkan anak ketika berbicara serta berusaha melakukan pendekatan dengan anak. Selain itu, orang tua juga perlu menciptakan suasana dan perasaan yang positif agar anak merasa bahagia, nyaman, dan senang bersama orang tuanya.

Antusiasme mahasiswa dan mahasiswi STIQ Rakha Amuntai mengikuti Seminar Internasional bertema Pendidikan Keluarga dan Masyarakat Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah (Foto/Humas)

Melalui kegiatan seminar internasional ini, STIQ Rakha Amuntai berharap dapat memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya pendidikan keluarga yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus memperluas wawasan keilmuan melalui interaksi langsung dengan ulama dan pelajar internasional.

Mahasiswa STIQ Rakha Amuntai mengajukan pertanyaan kepada narasumber dalam sesi tanya jawab (Foto/Humas)

 

Ketua STIQ Rakha Amuntai menyerahkan cinderamata kepada Habib Dr. Thahir bin Husin Al-Atthos sebagai bentuk apresiasi dalam Seminar Internasional di Audit STIQ Rakha Amuntai (Foto/Humas)

 

Foto bersama pimpinan STIQ Rakha Amuntai, narasumber, dosen, dan mahasiswa usai pelaksanaan Seminar Internasional Pendidikan Keluarga dan Masyarakat Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah (Foto/Humas)

Menuju Lulusan Unggul dan Kompetitif, STIQ Amuntai Laksanakan Tes TOAFL dan TOEFL

AMUNTAI – Dalam rangka memperkuat kualitas akademik dan meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai melaksanakan Tes TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language) dan Tes TOEFL (Test of English as a Foreign Language) pada Ahad (25/01/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 232 mahasiswa/i STIQ Amuntai dari berbagai program studi. Pelaksanaan tes bahasa ini menjadi bagian dari langkah strategis kampus dalam memetakan sekaligus meningkatkan kompetensi bahasa asing mahasiswa, khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris, yang merupakan dua bahasa utama dalam pengembangan keilmuan, riset, dan jejaring akademik internasional.

Suasana pelaksanaan Tes TOAFL bagi mahasiswa STIQ Amuntai yang berlangsung di Audit STIQ Amuntai, Ahad (25/1/2026). (Foto:Humas)

Untuk Tes TOAFL, yang mengukur kemampuan bahasa Arab mahasiswa, tercatat sebanyak 135 peserta, terdiri dari 45 mahasiswa laki-laki dan 90 mahasiswa perempuan. Sementara itu, Tes TOEFL yang menguji kemampuan bahasa Inggris diikuti oleh 97 peserta, dengan rincian 25 peserta laki-laki dan 72 peserta perempuan.

Pelaksanaan Tes TOAFL dipusatkan di Audit STIQ Amuntai, sedangkan Tes TOEFL berlangsung di Aula Lantai 2 STIQ Amuntai. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan kondusif pada pukul 08.00 hingga 10.00 WITA, dengan pengawasan panitia dan tim Pusat Pengembangan Bahasa STIQ Amuntai.

Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan sambutan Wakil Ketua I Bidang Akademik STIQ Amuntai, Mu’allim Dr. H. Muh. Haris Zubaidilah, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa, tidak hanya untuk menunjang proses perkuliahan, tetapi juga sebagai bekal menghadapi dunia akademik lanjutan, penelitian, serta persaingan global.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STIQ Amuntai, Mu’allim Dr. H. Muh. Haris Zubaidilah, M.Pd., saat memberikan sambutan pembukaan Tes TOAFL dan TOEFL Tahun 2026 (Foto:Humas)

“Kemampuan bahasa asing menjadi indikator penting kualitas lulusan perguruan tinggi. Melalui tes ini, kampus ingin memastikan mahasiswa memiliki kesiapan akademik yang memadai,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Pusat Pengembangan Bahasa STIQ Amuntai sekaligus Ketua Pelaksana, Mu’allim Zam Zam Rasyidi, M.Pd., menyampaikan tata tertib, teknis pelaksanaan, serta aturan tes kepada seluruh peserta. Penjelasan ini bertujuan agar tes dapat berlangsung secara objektif, adil, dan sesuai standar penilaian bahasa yang berlaku.

Kepala Pusat Pengembangan Bahasa STIQ Amuntai, Mu’allim Zam Zam Rasyidi, M.Pd., saat melakukan pengawasan pelaksanaan Tes TOAFL dan TOEFL (Foto:Humas)

Pelaksanaan Tes TOAFL dan TOEFL ini juga menjadi instrumen evaluasi institusional bagi STIQ Amuntai dalam mengembangkan program pembinaan bahasa, baik melalui perkuliahan, pelatihan tambahan, maupun program pendampingan bahasa bagi mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, STIQ Amuntai menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam kajian Al-Qur’an dan keislaman, tetapi juga responsif terhadap tuntutan kompetensi global, khususnya dalam penguasaan bahasa internasional.

Peserta Tes TOAFL dan TOEFL STIQ Amuntai menyimak arahan sebelum ujian dimulai (Foto:Humas)

 

Pengawas ujian membagikan soal dan lembar jawaban kepada peserta (Foto:Humas)

 

Peserta mengerjakan soal Tes TOAFL dan TOEFL dengan tertib dan fokus (Foto:Humas)

Visitasi Akreditasi Prodi PBA STIQ Amuntai: Asesor Dorong Penguatan Mutu Berkelanjutan dan Pengusulan Magister PBA

Amuntai – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Sekolah Tinggi Ilmu al-Qur’an (STIQ) Amuntai menerima kunjungan dua asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) dalam rangka asesmen lapangan akreditasi pada Selasa–Rabu, 27–28 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penilaian kualitas dan kesiapan Prodi PBA dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu.

                                                                            Civitas akademika STIQ Amuntai dan Asesor Lamdik

Dua asesor yang ditugaskan adalah Dr. Ahmad Royani, M.Hum dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Dr. Anin Nurhidayati, M.Pd.I dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Keduanya hadir secara langsung di kampus STIQ Amuntai untuk melakukan klarifikasi, konfirmasi data, serta menilai secara komprehensif capaian Prodi PBA berdasarkan borang akreditasi yang telah diajukan.

                                                                     Asesor memvalidasi dan komfirmasi data borang dengan dosen tetap PBA

Ketua STIQ Amuntai Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP, para pimpinan, dosen, serta tim akreditasi menyambut hangat kehadiran para asesor. Dalam sambutannya, Ketua STIQ Amuntai menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan masukan konstruktif dari para asesor yang diharapkan menjadi bekal penting dalam peningkatan mutu berkelanjutan, khususnya di Prodi PBA.

Selama dua hari pelaksanaan, asesmen berlangsung intensif. Para asesor memberikan berbagai catatan penting serta dorongan agar Prodi PBA STIQ Amuntai terus berbenah dan menatap akreditasi internasional di masa depan. “Mutu prodi bukan hanya tentang kelengkapan dokumen, tetapi juga komitmen kolektif sivitas akademika untuk terus berkembang,” ungkap Dr. Ahmad Royani.

Senada dengan itu, Dr. Anin Nurhidayati, M.Pd.I menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran Bahasa Arab yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Ia juga mengapresiasi sinergi antara pimpinan, dosen, dan mahasiswa yang tampak dalam proses asesmen ini. Di lain kesempatan beliau juga menekankan pentingnya digitalisasi untuk seluruh berkas akreditasi dalam website kampus dan mendorong STIQ Amuntai mengajukan program magister PBA di STIQ Amuntai ke depannya.

Dalam visitasi ini juga asesor mengamati microteaching perkuliahan dalam hal ini diperagakan oleh dosen tetap PBA yakni H. Hasan, MA.Hum. Materi yang dibawakan adalah Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Video Animasi Interaktif yang dikolaborasikan dengan aplikasi Quiziz.

Kegiatan visitasi diakhiri dengan sesi penutupan yang diisi refleksi, masukan, dan semangat perbaikan. STIQ Amuntai berharap hasil akreditasi kali ini menjadi langkah strategis dalam penguatan mutu kelembagaan, serta membuka peluang yang lebih luas untuk menjalin kerja sama akademik baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ada hal yang menarik di sesi penutupan asesor Dr. Ahmad Royani, M.Hum menyampaikan pantun yang berbunyi makan roti jangan berlari – kalaulah jatuh kita yang rugi – menata prodi dengn kolaborasi – sambut prodi unggul sebentar lagi. Langsung disambut tepuk tangan meriah audiens yang hadir di sesi penutupan. Semoga dengan adanya pantun dari asesor ini isyarat prodi PBA STIQ Amuntai mendapatkan predikat Unggul nantinya.

STIQ Amuntai Gelar Serah Terima Beasiswa Prestasi Tahfiz dari PT. Adaro Indonesia

     Amuntai, Hulu Sungai Utara – Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai menggelar acara serah terima Beasiswa Prestasi Tahfiz dari PT. Adaro Indonesia pada Kamis, 24 April 2025 bertempat di Gedung H. Isar Hulu Sungai Utara (HSU). Acara ini berlangsung dari pukul 08.00 WITA hingga selesai dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting serta puluhan mahasiswa penerima beasiswa.

     Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua STIQ Amuntai, Mu’allim Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M.AP., Wakil Ketua III Dr. Husin, M.Pd., serta Ketua Prodi PGMI Mu’allim Haji Hamli, M.Pd. Dari pihak PT. Adaro Indonesia, hadir perwakilan dari tim CSR yaitu Bapak Herman Baihaqi dan Ibu Octavia Hesi Pertiwi. Adapun jumlah penerima beasiswa sebanyak 39 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, yakni Hulu Sungai Utara (10 orang), Balangan (7 orang), Tabalong (10 orang), Barito Selatan (7 orang), dan Barito Timur (5 orang).

     Pemberian beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan terhadap para mahasiswa penghafal Al-Qur’an berprestasi. Selain itu, acara ini juga merupakan penutup dari rangkaian kegiatan pelatihan Basic Videografi & Editing Video Edukasi dan Dakwah yang telah dilaksanakan sejak Minggu, 20 April 2025 di Perpustakaan STIQ Amuntai. Pelatihan tersebut dibimbing oleh dua narasumber alumni STIQ, yaitu Ustadz Wahyudi, S.Pd. dan Ustadzah Mulyana, S.Pd.

     Selama lima hari, para peserta menerima materi mulai dari dasar-dasar videografi, penulisan skrip edukasi dan dakwah, praktik pengambilan gambar, hingga pengeditan video menggunakan aplikasi Capcut. Usai acara serah terima beasiswa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi coffee break, lalu peserta kembali menyelesaikan pengeditan video masing-masing kelompok dan mempresentasikan hasilnya setelah salat ashar.

     Acara ini menjadi momentum penting bagi STIQ Amuntai dalam membina dan mendorong semangat mahasiswa untuk terus berprestasi, tidak hanya dalam bidang akademik dan tahfiz, tetapi juga dalam keterampilan kreatif dan dakwah digital.

 

Rapat Pemilihan Ketua STIQ Amuntai 2025: Langkah Strategis Menuju Kepemimpinan Baru

Amuntai, 25 Januari 2025 — Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai kembali menggelar rapat penting dalam rangka pemilihan ketua baru untuk masa khidmat selanjutnya. Rapat tersebut berlangsung di Kantor Ketua STIQ Amuntai dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dan dosen senior yang memiliki peran strategis dalam pengembangan kampus.

Tokoh-tokoh yang hadir dalam forum musyawarah ini antara lain Mu’allim Dr. H. Hasib Salim, M.AP, Mu’allim H. Alfiannor, Lc. M.Pd.I, Mu’allim Dr. H. Muh. Haris Zubaidillah, SQ., M.Pd, Mu’allim Dr. Husin, M.Pd, Mu’allim Doni Ahmad Ramadhani, M.Pd., MM, serta Mu’allim H. Abdiansyah, S.Pd.I., MM. Mereka turut serta dalam menentukan arah dan figur yang tepat untuk memimpin STIQ Amuntai di tengah tantangan pendidikan tinggi Islam yang semakin kompleks.

Pemilihan ketua tahun ini digelar sebagai upaya memperkuat sistem kepemimpinan dan manajemen kampus, sekaligus menjawab kebutuhan akan inovasi dan transformasi dalam tata kelola lembaga. Para peserta rapat bersepakat bahwa pemimpin yang akan datang harus mampu membawa STIQ Amuntai semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Al-Qur’an dan keislaman yang menjadi fondasi institusi.

Proses rapat berlangsung dalam suasana kekeluargaan namun tetap serius dan terstruktur. Berbagai nama kandidat dibahas dengan mempertimbangkan integritas, rekam jejak akademik, pengalaman kepemimpinan, serta komitmen terhadap visi misi STIQ Amuntai. Dalam rapat tersebut juga dibuka ruang diskusi mendalam mengenai strategi penguatan mutu akademik dan peningkatan kontribusi sosial kampus di tengah masyarakat.

Pemilihan ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya mampu menjalankan roda organisasi dengan baik, tetapi juga memiliki visi jangka panjang dalam membentuk generasi penghafal dan pengamal Al-Qur’an yang unggul dan berdaya saing global.

STIQ Amuntai Gelar Sosialisasi dan Webinar Tips Lulus Hibah Litabdimas 2024

Amuntai, 24 Mei 2024 – Dalam rangka meningkatkan partisipasi dan kualitas proposal dosen dalam program pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Webinar Tips Lulus Hibah di Litabdimas Tahun 2024, Jumat (24/5), secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini diikuti oleh para dosen tetap STIQ Amuntai dari berbagai program studi, serta menghadirkan narasumber yang berpengalaman dalam pengelolaan hibah Litabdimas di tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Ketua LPPM STIQ Amuntai menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong semangat meneliti dan mengabdi di kalangan dosen, sekaligus memberikan pemahaman teknis dalam menyusun proposal hibah yang sesuai dengan standar Litabdimas Kementerian Agama. “Harapannya, semakin banyak dosen STIQ Amuntai yang lolos seleksi hibah nasional dan dapat menghasilkan luaran riset yang berkualitas serta berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Materi webinar mencakup:

  • Sosialisasi mekanisme dan skema pendanaan Litabdimas Tahun 2024,
  • Strategi menyusun proposal unggul dan sesuai prioritas nasional,
  • Tips teknis dari reviewer nasional agar proposal tidak gugur administrasi,
  • Studi kasus proposal yang berhasil didanai dan alasan kelolosannya.

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Beberapa dosen juga membagikan pengalaman mereka dalam mengikuti program hibah sebelumnya, baik yang berhasil maupun yang masih dalam tahap perbaikan proposal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen STIQ Amuntai dalam memperkuat budaya akademik berbasis riset dan pengabdian, serta membangun ekosistem ilmiah yang produktif dan kompetitif. Ke depan, LPPM STIQ Amuntai berencana membuka klinik proposal dan pendampingan intensif bagi dosen yang ingin mengajukan hibah Litabdimas dan skema pendanaan lainnya.

“Wonderfull Isra’ Mi’raj: Aku Ingin Merasakan Allah Hadir Saat Aku Jatuh”

Amuntai, Kalimantan Selatan: Kampus STIQ Rakha Amuntai mengadakan kegiatan pada Senin (19/2/2024) yang bertajuk “Wonderful Isra’ Mi’raj: Aku Ingin Merasakan Allah Hadir Saat Aku Jatuh.” Acara ini menghadirkan Al Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun dari Jawa Timur, pendiri pesantren Dalwa, sebagai narasumber utama.

Al Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun

Acara yang dimulai pukul 13.30 WITA ini dihadiri oleh Wakil Ketua II STIQ Rakha Amuntai H. Alfianor,Lc., M.Pd.I,  Kaprodi PBA Dr. Muh Haris Zubaidillah, SQ, M.Pd, Ketua BPPM (Balai Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) STIQ Rakha Amuntai H. Abdiansyah, S.Pd.I., MM, serta dosen, karyawan, dan mahasiswa-mahasiswi STIQ Rakha Amuntai.

Al Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun

Dalam ceramahnya, Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun mengajak para jamaah untuk merenungkan makna Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Beliau menekankan pentingnya meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW, seperti kesabaran, ketabahan, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai cobaan.

Ketua BPPM H. Abdiansyah, S.Pd.I., MM

Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun juga menyampaikan bahwa setiap manusia pasti akan mengalami jatuh bangun dalam hidup. Di saat-saat terjatuh itulah, manusia haruslah semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Ketika kita jatuh, janganlah kita berputus asa. Justru di saat itulah kita harus semakin dekat dengan Allah SWT. Mintalah pertolongan kepada-Nya dengan penuh keyakinan,” ungkap Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun.

Wakil Ketua II STIQ Rakha Amuntai H. Alfianor,Lc., M.Pd.I

Acara ini ditutup dengan do’a bersama dan sesi tanya jawab. Para jamaah tampak antusias mengikuti acara ini dan mendapatkan banyak pencerahan dari ceramah yang disampaikan oleh Habib Muhammad Alawi bin Segaf Baharun.

Penutupan Kelas Bahasa Arab

Sabtu pagi, tepat pukul 08.30 WITA, Auditorium Lantai 1 STIQ Rakha Amuntai menjadi saksi penutupan acara “Kelas Bahasa Arab” yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari institusi tersebut. Hadir dalam acara tersebut adalah Ketua STIQ Amuntai, Dr. H. Abd Hasib Salim, M.AP, Ketua BPPM STIQ Amuntai, H. Abdiansyah, S.Pd.I., MM, serta tokoh-tokoh lainnya seperti Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Dr. Muh. Haris Zubaidillah, M.Pd, Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Dony Ahmad Ramadhani, M.Pd.I, dan Ustad M.Syihabuddin S.Pd.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dipercayakan kepada Muhammad Hafidz Al-Faruqi. Setelah itu, dua sambutan penting disampaikan oleh Muallim Dony Ahmad Ramadhani, M.Pd.I dan Muallim Dr. H. Abd Hasib Salim, M.AP.

Dalam sambutannya, Muallim Dony Ahmad Ramadhani, M.Pd.I menggarisbawahi pentingnya proses belajar dalam menghadapi perubahan. Ia menyatakan bahwa belajar membawa transformasi, di mana kemampuan yang awalnya tidak dimiliki dapat terwujud melalui upaya pembelajaran yang tekun. Ia memberi contoh bahwa seseorang yang belajar bersepeda pada awalnya mungkin tidak mahir, namun dengan waktu dan latihan, mereka dapat menguasai keterampilan tersebut. Hal serupa berlaku untuk kemampuan matematika atau bidang lainnya. Meskipun demikian, Muallim Dony juga menegaskan bahwa tidak semua perubahan berasal dari proses belajar.

Sambutan kedua disampaikan oleh Muallim Dr. H. Abd Hasib Salim, M.AP. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa perubahan merupakan hasil dari proses belajar, namun tidak semuanya. Menurut beliau, ada perubahan yang terjadi sebagai hasil dari belajar, namun tidak semua perubahan berasal dari proses belajar.

Acara ditutup dengan kesan hangat dari para peserta yang mengapresiasi pengalaman belajar bahasa Arab yang mereka dapatkan selama periode tertentu. Penutupan “Kelas Bahasa Arab” di STIQ Rakha Amuntai tidak hanya menandai akhir dari satu proses pembelajaran, tetapi juga awal dari perjalanan baru dalam menghadapi perubahan dan memperkaya pengetahuan serta keterampilan.

STIQ Amuntai Dorong Riset Kolaboratif antara Dosen dan Mahasiswa

Amuntai, 7 Agustus 2023 – Dalam upaya meningkatkan mutu akademik dan budaya ilmiah di lingkungan kampus, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai mengimbau seluruh dosen untuk aktif melibatkan mahasiswa dalam kegiatan riset dan publikasi ilmiah. Himbauan ini disampaikan oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik dalam rapat koordinasi awal semester yang berlangsung pada Jumat (7/8).

Kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian. Melalui sinergi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung dalam proses penelitian ilmiah, tetapi juga mendapatkan bimbingan akademik yang lebih intensif dari para dosen pembimbing.

Wakil Ketua I menyampaikan bahwa kegiatan riset kolaboratif dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti penelitian berbasis tugas akhir, penelitian institusional, maupun proyek pengabdian yang memiliki komponen riset. “Kami mendorong agar setiap dosen dapat menjadikan riset sebagai ruang pembinaan dan pemberdayaan mahasiswa, sekaligus wadah untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah bersama,” ungkapnya.

Program studi di STIQ Amuntai seperti PBA dan PGMI menyambut baik himbauan ini dan mulai merancang agenda penelitian terpadu yang melibatkan mahasiswa semester akhir. Selain itu, pihak kampus juga menyediakan dukungan administratif dan teknis untuk memperlancar proses pelaksanaan riset kolaboratif.

Dengan adanya himbauan ini, diharapkan akan lahir karya-karya ilmiah yang tidak hanya bermanfaat dalam konteks akademik, tetapi juga berdampak bagi masyarakat luas. STIQ Amuntai berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem riset yang produktif, partisipatif, dan bernilai Qur’ani.