233 views

JURNAL STIQ AMUNTAI AKAN TERAKREDITASI

Sekolah Tinggi Ilmu Qur’an (STIQ) Amuntai dibawah Kopertais XI Wilayah Kalimantan mempunyai tiga jurnal ilmiah yang telah dikelola dengan baik. Pertama: Al-Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan; kedua, Al-Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban; ketiga, Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah. Semua jurnal yang dikelola oleh STIQ Amuntai mendapat undangan agar mengirim utusan untuk percepatan akreditasi.

Menjadi kebanggaan bagi STIQ Amuntai karena telah mendapatkan undangan dari Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jendral penguatan Riset dan Pengembangan yang bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Filsafat Jaffray Makasar, untuk mengirim utusan dalam rangka Workshop Pendampingan dan Percepatan Akreditasi Jurnal Ilmiah Elektronik. Acara tersebut tepat berada dijantung kota Makasar, Hotel Ibis Style Sam Ratulangi Makasar, Kamis 20-22 Juni 2019. Dalam kesempatan ini, STIQ Amuntai mengirim dua utusan, yakni; Hasan dari Pengelola Al-Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban dan Ridhatullah Assya’bani perwakilan dari Al-Qalam: Jurnal Keagamaan dan Kemasyarakatan dan Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah.

Selama tiga hari, dari tanggal 20-22 Juni 2019 tersebut para peserta diberikan berbagai macam materi, dari Kebijakan dan Program Akreditasi Jurnal, evaluasi kesiapan substansi akreditasi bidang keilmuan, evaluasi kesiapan standar dan menagemen website, proses pendaftaran jurnal hingga bedah jurnal oleh para asesor. Dari kegiatan tersebut, pengelola jurnal diberikan bimbingan sekaligus praktek bagaimana cara mengelola jurnal ilmiah dengan baik. Pada sesi bedah jurnal dengan para asesor, pengelola jurnal diberitahukan segala kekurangan agar diperbaik supaya dapat sesegara mungkin untuk melakukan pengajuan akreditasi jurnal. Proses evaluasi, bimbingan dan bedah jurnal pada saat itu sangat bersahaja, karena pelayanan para panitia dan kesungguhan para asesor serta semangat para pengelola jurnal. Seluruh jurnal yang telah di-review oleh para asesor setidaknya sudah submit diakhir Agustus 2019 agar sesegera mungkin dapat diproses oleh dewan Akreditasi Dewan Nasional (ARJUNA).

Upaya akreditasi ini tidak luput dari program pemerintah, sebagaimana yang dikutip dari laman https://risbang.ristekdikti.go.id menjelaskan bahwa Peraturan Menteri Ristekdikti menargetkan dalam waktu dua tahun akan tersedia 7.000 jurnal terakreditasi nasional dengan berbagi peringkat, dan melakukan reformasi birokrasi penetapan akreditasi dari setahun dua kali menjadi enam kali, peningkatan peringkat akreditasi dapat dapat diajukan setelah minimal satu nomor penerbitan baru. Masa berlaku akreditasi jurnal ilmiah yaitu 5 tahun terhitung sejak nomor terbitan yang diajukan yang bernilai baik; bukan sejak saat ditetapkan.

Hingga 13 Mei 2018 sudah lebih dari 103 ribu penulis yang terdaftar di portal SINTA dari seluruh Indonesia dengan jumlah dokumen lebih dari 1,1 juta dokumen ditargetkan sampai akhir tahun 2018 akan terdaftar 150 ribu dosen dan peneliti di seluruh Indonesia. Untuk jurnal yang terindeks sinta saat ini sudah ada lebih dari 1.600 jurnal dan ditargetkan akan ada 3.500 jurnal yang masuk ke dalam Sinta sebagai wahana publikasi ilmiah.

Hal ini dilakukan oleh pemerintah karena publikasi di jurnal ilmiah saat ini menjadi sangat penting dengan adanya persyaratan kenaikan setiap jenjang jabatan untuk fungsional dosen, peneliti, guru, widyaiswara, perekayasa serta fungsional lainnya. Selain itu persyaratan untuk mempertahankan tunjangan kehormatan jabatan Guru Besar dan Lektor Kepala sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 memerlukan publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi. Persyaratan kelulusan bagi mahasiswa magister dan doktor dalam standar nasional pendidikan tinggi juga memerlukan syarat yang serupa.

Inilah mengapa peningkatan jurnal ilmiah terus digalakkan oleh pemerintah agar mendorong semangat literasi Indonesia agara menjadi lebih baik dan berkualitas. (RS)

About the Author

Avatar

hasan STIQ