Pererat Ukhuwah dengan Ulama, Keluarga Besar STIQ Rakha Amuntai Bersilaturrahim ke Abah Guru Bakhit

BALANGAN — Keluarga Besar Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Rakha Amuntai melaksanakan kegiatan silaturrahim dengan Abah Guru Bakhit pada Ahad malam, (08/02/2026). Silaturrahim ini dilaksanakan setelah pengajian Malam Senin yang rutin diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin Balangan.

Keluarga Besar STIQ Rakha Amuntai mengikuti pengajian Malam Senin di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin Balangan (Foto:Humas)

Silaturrahim tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan STIQ Rakha Amuntai, di antaranya Ketua STIQ Rakha Amuntai Mu’allim KH. Dr. Abd Hasib Salim, M.AP, Wakil Ketua I Mu’allim Dr. H. Muh Haris Zubaidillah, SQ., M.Pd, Wakil Ketua II Mu’allim H. Alfianor, Lc., M.Pd.I, Wakil Ketua III Mu’allim Dr. Husin, M.Pd, seluruh Ketua Program Studi PGMI, PBA, dan IAT, serta dosen dan karyawan STIQ Rakha Amuntai.

Kegiatan Silaturrahim ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan ukhuwah antara STIQ Rakha Amuntai dengan para ulama dan pesantren. Selain sebagai ajang memperkuat tali persaudaraan, kunjungan ini juga menjadi sarana memohon nasihat, doa, serta keberkahan dalam perjalanan pengembangan STIQ Rakha Amuntai sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an.

Jajaran pimpinan STIQ Rakha Amuntai bersama Abah Guru Bakhit dalam suasana silaturrahim yang penuh kekeluargaan di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin (Foto:Humas)

Dalam suasana yang hangat dan penuh khidmat, rombongan STIQ Rakha Amuntai disambut langsung oleh Abah Guru Bakhit. Pertemuan tersebut berlangsung dalam nuansa kekeluargaan, diselingi dengan tausiyah dan nasihat yang sarat makna bagi seluruh keluarga besar STIQ yang hadir.

Melalui kegiatan Silaturrahim ini, Keluarga Besar STIQ Rakha Amuntai berharap hubungan baik dengan para ulama dan pesantren terus terjaga, serta menjadi sumber motivasi dan inspirasi dalam mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berkhidmat kepada umat.

Foto bersama Ketua STIQ Rakha Amuntai dengan Abah Guru Bakhit usai kegiatan silaturrahim (Foto:Humas)

 

Ketua STIQ Rakha Amuntai Mu’allim KH. Dr. Abd Hasib Salim, M.AP berpamitan dengan Abah Guru Bakhit dalam suasana penuh kekeluargaan usai kegiatan silaturrahim (Foto:Humas)

Rangkaian silaturrahim Keluarga Besar STIQ Rakha Amuntai telah dirangkum dalam bentuk video dan dipublikasikan melalui akun Instagram resmi STIQ Rakha Amuntai.

https://www.instagram.com/reel/DUhiiqrE4BY/?igsh=MWpvbW9hbjc3bnhrdQ==

Kupas Pendidikan Keluarga Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah, STIQ Rakha Amuntai Gelar Seminar Internasional

AMUNTAI — Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Rakha Amuntai menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Pendidikan Keluarga dan Masyarakat Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah” pada Sabtu (07/02/2026). Kegiatan ini berlangsung di Audit STIQ Rakha Amuntai mulai pukul 10.30 WITA hingga selesai dan diikuti oleh seluruh sivitas akademika STIQ Rakha Amuntai

Seminar internasional ini menghadirkan narasumber dari Yaman, Habib Dr. Thahir bin Husin Al-Atthos, yang menyampaikan materi secara langsung menggunakan Bahasa Arab. Kehadirannya memberikan nuansa keilmuan internasional sekaligus memperkaya wawasan keislaman peserta, khususnya dalam kajian pendidikan keluarga dan masyarakat berbasis Al-Qur’an dan Sunnah.

Acara ini dihadiri oleh Ketua STIQ Rakha Amuntai Mu’allim Dr. H. Abd Hasib Salim, M.AP, Wakil Ketua I Dr. H. Muh Haris Zubaidillah, SQ., M.Pd., Kepala Tata Usaha H. Abdiansyah, S.Pd.I., MM, Ulama Kabupaten Hulu Sungai Utara sekaligus dosen STIQ Rakha Amuntai Dr. KH. Ainor Ridha, Lc., M.Pd.I, seluruh dosen, Instruktur Tahfiz STIQ, serta seluruh mahasiswa dan mahasiswi STIQ Rakha Amuntai.

Habib Dr. Thahir bin Husin Al-Atthos saat menyampaikan materi Seminar Internasional menggunakan Bahasa Arab di hadapan sivitas akademika STIQ Rakha Amuntai (Foto/Humas)

Dalam pemaparannya, Habib Dr. Thahir bin Husin Al-Atthos menekankan bahwa pendidikan keluarga memiliki peran fundamental dalam membangun masyarakat yang Qur’ani. Beliau menyampaikan bahwa terdapat dua hal utama yang harus dibangun dalam pendidikan keluarga, yaitu cinta dan kepercayaan antara orang tua dan anak.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pembangunan cinta dan kepercayaan tersebut dapat diwujudkan melalui beberapa cara, di antaranya dengan membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, yakni dengan mendengarkan anak ketika berbicara serta berusaha melakukan pendekatan dengan anak. Selain itu, orang tua juga perlu menciptakan suasana dan perasaan yang positif agar anak merasa bahagia, nyaman, dan senang bersama orang tuanya.

Antusiasme mahasiswa dan mahasiswi STIQ Rakha Amuntai mengikuti Seminar Internasional bertema Pendidikan Keluarga dan Masyarakat Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah (Foto/Humas)

Melalui kegiatan seminar internasional ini, STIQ Rakha Amuntai berharap dapat memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya pendidikan keluarga yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus memperluas wawasan keilmuan melalui interaksi langsung dengan ulama dan pelajar internasional.

Mahasiswa STIQ Rakha Amuntai mengajukan pertanyaan kepada narasumber dalam sesi tanya jawab (Foto/Humas)

 

Ketua STIQ Rakha Amuntai menyerahkan cinderamata kepada Habib Dr. Thahir bin Husin Al-Atthos sebagai bentuk apresiasi dalam Seminar Internasional di Audit STIQ Rakha Amuntai (Foto/Humas)

 

Foto bersama pimpinan STIQ Rakha Amuntai, narasumber, dosen, dan mahasiswa usai pelaksanaan Seminar Internasional Pendidikan Keluarga dan Masyarakat Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah (Foto/Humas)