AMUNTAI — Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Rakha Amuntai menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Pendidikan Keluarga dan Masyarakat Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah” pada Sabtu (07/02/2026). Kegiatan ini berlangsung di Audit STIQ Rakha Amuntai mulai pukul 10.30 WITA hingga selesai dan diikuti oleh seluruh sivitas akademika STIQ Rakha Amuntai
Seminar internasional ini menghadirkan narasumber dari Yaman, Habib Dr. Thahir bin Husin Al-Atthos, yang menyampaikan materi secara langsung menggunakan Bahasa Arab. Kehadirannya memberikan nuansa keilmuan internasional sekaligus memperkaya wawasan keislaman peserta, khususnya dalam kajian pendidikan keluarga dan masyarakat berbasis Al-Qur’an dan Sunnah.
Acara ini dihadiri oleh Ketua STIQ Rakha Amuntai Mu’allim Dr. H. Abd Hasib Salim, M.AP, Wakil Ketua I Dr. H. Muh Haris Zubaidillah, SQ., M.Pd., Kepala Tata Usaha H. Abdiansyah, S.Pd.I., MM, Ulama Kabupaten Hulu Sungai Utara sekaligus dosen STIQ Rakha Amuntai Dr. KH. Ainor Ridha, Lc., M.Pd.I, seluruh dosen, Instruktur Tahfiz STIQ, serta seluruh mahasiswa dan mahasiswi STIQ Rakha Amuntai.

Dalam pemaparannya, Habib Dr. Thahir bin Husin Al-Atthos menekankan bahwa pendidikan keluarga memiliki peran fundamental dalam membangun masyarakat yang Qur’ani. Beliau menyampaikan bahwa terdapat dua hal utama yang harus dibangun dalam pendidikan keluarga, yaitu cinta dan kepercayaan antara orang tua dan anak.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pembangunan cinta dan kepercayaan tersebut dapat diwujudkan melalui beberapa cara, di antaranya dengan membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, yakni dengan mendengarkan anak ketika berbicara serta berusaha melakukan pendekatan dengan anak. Selain itu, orang tua juga perlu menciptakan suasana dan perasaan yang positif agar anak merasa bahagia, nyaman, dan senang bersama orang tuanya.

Melalui kegiatan seminar internasional ini, STIQ Rakha Amuntai berharap dapat memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya pendidikan keluarga yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus memperluas wawasan keilmuan melalui interaksi langsung dengan ulama dan pelajar internasional.


